You are currently viewing Mengenal Si Raja Pahit, Sambiloto

Mengenal Si Raja Pahit, Sambiloto

Sambiloto adalah nama terna yang berdiri tegak dan tingginya bisa mencapai 90 cm, serta merupakan tanaman yang dikenal sebagai bahan obat tradisional. Herba dengan nama latin Andrograpis paniculata ini berasal dari Asia tropika dan dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga ketinggian 700 meter dari permukaan laut. Di Indonesia, tumbuhan sambiloto banyak ditemukan di Pulau Jawa dengan sebutan nama yang berbeda-beda, sesuai dengan daerahnya.

 

Hampir semua bagian tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai obat, seperti daun, batang, bunga, dan akar. Pada bagian akar banyak ditemukan senyawa flavonoid yang sama dengan pada daun. Senyawa flavonoid tersebut berupa polymethoxyflavone andrographine, panicoline, alkana, keton, aldehida, kalium, kalsium, natrium, asam kersik, monometilwithin, dan apigenin-7,4-dimetil eter. Sedangkan bagian batang mengandung senyawa alkana, keton, dan aldehida.

 

Senyawa pada batang tersebut juga terdapat pada daun. Tapi daun menjadi bagian yang mengandung senyawa terbanyak.

 

Berdasarkan penelitian oleh Hariana pada 2013, sambiloto memiliki fungsi antipiretik, obat panas dalam, analgesik, antiinflamasi, antiracun, antibakteri, dapat mengondensasi sitoplasma pada sel tumor, mengatasi infeksi, serta merangsang fagositosis.

 

Tanaman yang habitat aslinya berada di tempat terbuka seperti ladang, pinggir jalan, tebing saluran atau sungai, semak belukar, di bawah pohon jati atau bambu ini juga mengandung zat aktif yang disebut andrografolida. Zat tersebut memiliki sifat antiradang, antibakteri, dan antivirus, sehingga disebut juga sebagai immunodulatory activity atau dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

 

Beberapa manfaat yang dapat dirasakan, baik langsung maupun dalam kombinasi dengan herbal lainnya, adalah sebagai berikut:

  1. Memperkuat daya tahan tubuh

Tanaman herba ini bersifat imunostimulan, yaitu meningkatkan kinerja organ-organ yang berhubungan dengan sistem kekebalan. Dapat memperbaiki dan merangsang kinerja sel-sel darah putih, sehingga dapat lebih efektif melawan berbagai kuman dan virus penyebab infeksi.

Hingga saat ini masih dilakukan penelitian tentang ekstrak sambiloto yang dipercaya mampu meningkatkan kekebalan tubuh pada penderita HIV.

  1. Meringankan gejala flu

Kandungan antioksidan yang tinggi pada sambiloto dapat membuat tubuh tidak mudah terpapar radikal bebas. Hal ini meminimalisasi tubuh terkena gejala flu, seperti bersin-bersin, nyeri tenggorokan, demam, dan batuk pilek, serta mempercepat proses pemulihan flu.

Umumnya, gejala flu akan menghilang dalam 2 hingga 5 hari setelah mengonsumsi ekstrak sambiloto.

  1. Meredakan peradangan

Di antara radang yang dapat terbantu pemulihannya dengan ekstrak sambiloto adalah radang amandel dan radang usus.

Penelitian menemukan, penggunaan sambiloto sebanyak 6 gram setiap hari dapat bekerja secara efektif menurunkan demam dan mengatasi sakit tenggorokan akibat radang amandel. Dan rutin mengonsumsi ekstrak sambiloto selama delapan minggu dipercaya dapat mengurangi tingkat keparahan gejala radang usus.

  1. Mencegah terbentuknya sel kanker

Beberapa riset di laboratorium menunjukkan adanya tanda-tanda perlambatan pertumbuhan sel kanker, yang terlihat dapat menghambat dan mencegah pertumbuhannya. Hal ini disebabkan oleh kandungan antioksidan yang tinggi dari daun sambiloto. Namun, riset lebih lanjut masih sangat diperlukan guna membuktikan efektivitas terna ini sebagai obat antikanker.

  1. Menurunkan tekanan darah

Tanaman yang bisa dikonsumsi sebagai jamu, teh herbal, atau suplemen ini diketahui dapat menurunkan tekanan darah. Sambiloto dengan kandungan kaliumnya dapat melebarkan pembuluh darah, sehingga dapat melancarkan aliran darah dan menjaga tekanan darah tetap stabil.

Hasil percobaan farmakologi menunjukkan bahwa air rebusan daun sambiloto 10% dengan takaran 0.3 ml/kg berat badan dapat memberikan penurunan kadar gula darah yang sebanding dengan pemberian suspensi glibenclamid.

Meski ekstrak sambiloto memiliki rasa sangat pahit, manfaatnya bagi kesehatan tidak perlu diragukan lagi. Tanaman herbal ini telah digunakan sejak lama sebagai obat tradisional karena dianggap dapat menyembuhkan penderita dari berbagai macam penyakit.