Mengenal Madu di Indonesia

Menurut Standar Nasional Indonesia (SNI), madu adalah cairan alami dengan rasa manis yang dihasilkan oleh lebah madu (genus Apis) yang berasal dari berbagai sumber nektar bunga.

Nektar atau yang biasa disebut sari bunga merupakan cairan yang kaya dengan gula hasil produksi bunga ketika mekar untuk menarik perhatian serangga penyerbuk.

Nektar mengandung:

  • banyak karbohidrat, seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa;
  • sedikit senyawa pengandung nitrogen, seperti asam amino, jenis-jenis amida;
  • sedikit asam organik, vitamin, senyawa aromatik, dan mineral.

Madu yang biasa kita konsumsi berasal dari cairan nektar yang telah bercampur dan diolah dengan zat khusus pada tubuh lebah, kemudian disimpan hingga terjadi fermentasi pada sel-sel madu.

Rasa manis yang dihasilkannya hampir sama dengan gula, yang disebabkan oleh unsur monosakarida fruktosa dan glukosa yang terkandung di dalamnya.

Namun, rasa dan harumnya sangat dipengaruhi oleh jenis bunga tempat nektar dikumpulkan. Bisa saja madu yang kita konsumsi memiliki rasa dan aroma yang berbeda satu dengan yang lainnya.

Para pembubidaya biasa mengatasi variasi madu tersebut dengan cara melakukan blending atau pencampuran dua atau lebih madu untuk mencapai mutu yang telah ditentukan. Industri makanan dan minuman lebih menyukai madu ini karena kualitas dan spesifikasinya yang relatif tetap.

Sejarah penggunaan madu oleh manusia cukup panjang. Sejak zaman dahulu madu digunakan untuk makanan dan minuman pemanis atau perasa.

Selain itu, madu dipercaya sangat baik dikonsumsi untuk kesehatan tubuh, sehingga banyak yang menggunakannya untuk mengobati tubuh dari berbagai jenis penyakit. Namun, baru beberapa periode ini produk-produk antiseptik dan antibakteri yang berasal dari madu bisa dijelaskan secara ilmiah.

Banyaknya produk madu yang beredar memerlukan stadardisasi skala, baik nasional maupun internasional, untuk menjamin kualitas madu yang digunakan.

Untuk standar internasional, Codex Alimentarius Standard mengeluarkan beberapa parameter mutu dari madu, antara lain kandungan kadar air, kontaminan, kadar gula, kadar senyawa tak larut air, kadar abu, tingkat keasaman, aktivitas diastase, kadar hidroksimetilfulfural (HMF), dan konduktivitas listrik.

Sedangkan di Indonesia, kualitas produk-produk madu untuk kepentingan komersial telah diatur dan mengacu kepada Standar Nasional Indonesia 01-3545-1994. Di antaranya kadar air madu maksimal 22% dan kandungan sukrosa maksimalnya 10% (berat sukrosa per berat madu atau b/b).

Madu yang baik tidak banyak mengandung air. Secara umum, madu berkualitas tinggi memiliki kadar air kurang dari 21%, aktivitas diastase di atas 3, dan kandungan HMF di bawah 40 mg/kg.

Berikut ini beberapa jenis madu yang populer di Indonesia:

  1. Madu Kaliandra

Madu ini merupakan salah satu jenis madu yang paling populer dan mudah ditemukan di Indonesia. Berasal dari nektar bunga kaliandra, jenis bunga yang juga memiliki banyak manfaat. Madu ini biasa dikonsumsi untuk alasan kesehatan, seperti susah buang air besar dan tekanan darah tinggi atau rendah. Juga biasa untuk kecantikan dan bahan olahan.

 

  1. Madu Kopi

Seperti namanya, madu ini berasal dari nektar bunga pohon kopi. Keunikan madu kopi adalah adanya aroma kopinya yang khas meskipun sudah berbentuk madu.

 

Madu kopi sangat kaya dengan zat hidrat arang, vitamin A, vitamin B kompleks, vitamin C, vitamin D, vitamin E, dan vitamin K.

 

  1. Madu Pahit Bangka

Madu pahit Bangka cenderung lebih langka jika dibandingkan dengan madu lainnya. Madu ini berasal dari nektar bunga pohon Pelawan yang hanya tumbuh di Pulau Bangka, Sumatera. Dan lebah yang memproduksinya adalah lebah liar dari jenis Apis dorsata.

 

  1. Madu Hutan Sumatera

Madu ini juga tidak kalah populer dari madu kaliandra. Madu hutan Sumatera banyak ditemukan di supermarket dan toko-toko lainnya. Selain itu, banyak masyarakat Indonesia yang terbiasa menjadikan madu ini sebagai bahan olahan untuk makanan dan minuman karena rasanya yang lezat dan kemudahan menemukannya di hutan Sumatera.

 

  1. Madu Hutan Sumbawa

Madu hutan Sumbawa berasal dari lebah liar yang menghisap nektar pada bunga-bunga pohon di hutan Sumbawa, terutama pada pohon bidara atau Ziziphus mauritiana. Kelebihan madu ini bila dibanding dengan madu lainnya adalah kadar airnya yang sangat sedikit. Ini karena daerah Sumbawa memiliki iklim yang cukup panas dan kering.

Selain 5 jenis madu di atas, masih banyak jenis madu lain yang diproduksi di Indonesia dengan keunikan manfaat masing-masing.

Madu di Indonesia juga merupakan salah satu hasil hutan non-kayu. Dengan jaminan mutu yang telah diatur oleh Standar Nasional Indonesia (SNI), kita tak perlu khawatir terhadap kualitas dan manfaatnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *