Habbatussauda Si Obat Legenda

Jika boleh berlebihan, tumbuhan yang satu ini bisa disebut raja segala tanaman. Tak hanya di era sekarang, yang sudah banyak melahirkan terobosan pengobatan, terna ini telah menjadi solusi segala penyakit sejak dahulu kala. Banyak literatur kuno yang menunjukkan bahwa jintan hitam ini digunakan sebagai herbal pengobatan semenjak 2000-3000 tahun sebelum Masehi.

Dikutip dari Healthline, para arkeolog pernah menemukan biji hitam di makam King Tut. Ini membuktikan bahwa tanaman ini digunakan untuk penyembuhan dan perlindungan.

Habbatussauda memiliki banyak nama lain, di antaranya jintan hitam, black seed, black caraway, natura seed, black cumin, nigella sativa, dan kaluduru.

Habbatussauda adalah terna yang memiliki daun beraroma segar. Bijinya mengandung minyak asiri dan lemak, yang biasanya digunakan untuk rempah-rempah dan campuran obat-obatan.

Beberapa negara yang telah menggunakannya sebagai obat sejak ribuan tahun yang lalu di antaranya India, Pakistan, dan Timur Tengah.

Beberapa tokoh besar yang namanya harum dalam sejarah pengobatan pun pernah mengabadikan habbatussauda dalam karya mereka. Di antaranya Ibnu Qayyim, Al Baghdadi, Al Biruni, dan Ibnu Sina. Ibnu Sina adalah ilmuwan Islam yang sangat genius dalam dunia pengobatan dan dijuluki “Bapak Kedokteran Modern”. Karya-karyanya sangat populer dan menjadi rujukan di bidang kedokteran Timur dan Barat selama berabad-abad.

Secara historis, habbatussauda dapat digunakan untuk mengobati sakit kepala, sakit gigi, hidung tersumbat, cacingan, mata merah, dan lainnya. Sementara saat ini ia sering dikonsumsi untuk membantu pengobatan gangguan saluran pencernaan dan gangguan pernapasan, seperti asma dan flu.

Berikut ini adalah beberapa laporan penelitian terkait manfaat utama habbatussauda:

  1. Hasil penelitian Dr. Ahmad Al Qadhy dan laporan pada Jurnal Farmasi Pakistan menyebutkan, habbatussauda dapat memperkuat imunitas tubuh dari serangan kuman, bakteri jahat, dan virus.
  2. Hasil penelitian Prof. G. Reitmuller, sebagai Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich, dan tim Dr. Basil Ali dari Universitas King Faisal di Arab Saudi, serta laporan penelitian Immono Biology Laboratory di California, menyebutkan bahwa habbatussauda mampu mempertahankan tubuh dari serangan kanker dan HIV.
  3. Hasil penelitian Nirmal Chakravaty M.D., 1993, dan penelitian Dr. Med. Peter Schleincher, ahli immonologi dari Universitas Munich, menyebutkan bahwa habbatussauda berfungsi sebagai antihistamin dan antialergi.

Selain itu, masih banyak sekali manfaat dari habbatussauda ini. Antara lain membantu pencernaan, menurunkan kolesterol, memiliki sifat antikanker, melawan bakteri, mengendalikan gula darah, menjaga kesehatan otak, mencegah jerawat, meredakan rematik, mencegah tukak lambung, dan menawarkan racun.

Namun, dalam mengonsumi produk herbal kita tetap harus memerhatikan aturan pakainya. Tidak boleh berlebihan, sehingga berpotensi mengakibatkan overdosis. Semua yang berlebihan pasti berakhir tidak baik.

Dikutip dari Very Well Welth, tidak ada bukti ilmiah yang cukup untuk menetapkan dosis habbatussauda yang direkomendasikan. Takaran konsumsi bisa saja berbeda-beda, tergantung kepada faktor usia, kondisi fisik, dan faktor lainnya.

Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim, Ibnu Majah, Tirmidzi, dan Ahmad, yang meneruskan riwayat Sufyan bin ‘Uyainah dari Al Zuhri dan Abu Salamah meriwayatkan: Abu Hurairah pernah mendengar Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Pada habbatussauda ada obat bagi segala jenis penyakit kecuali As Sam, yaitu maut.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *